Mereka tidak punya kaki.
Anda tidak akan berpikir mereka bisa memanjat dinding vertikal atau berdiri tegak, tapi ular tetap melakukannya. Sebuah studi baru mengungkap ilmu fisika di balik pendakian tanpa batas ini, dan menghasilkan beberapa mekanisme mengejutkan tentang bagaimana benda lunak menghasilkan gaya terhadap permukaan keras.
Pengaturan
Para peneliti perlu mencari tahu hal ini.
Bukan hanya karena asyik melihat ular piton memeluk tiang, tapi karena robot juga membutuhkan datanya. Jika para insinyur dapat memahami bagaimana seekor ular mendistribusikan beban dan menemukan pembelian tanpa persendian, mungkin robot pencari dan penyelamat dapat melakukan hal yang sama.
Mereka memulai dengan masalah bioengineer : bagaimana menyimulasikan sesuatu yang licin. Ular itu rumit. Otot mereka berkontraksi, melebarkan tulang rusuk hingga menyentuh permukaan, menciptakan daya cengkeram yang sebenarnya tidak ada.
Gesekan adalah segalanya
Gravitasi adalah musuh di sini. Ini menarik python ke bawah, tanpa henti. Untuk memanjat, ular membutuhkan kekuatan yang melawan tarikan tersebut.
Ini bukan hanya tentang mencekam. Ini tentang memiringkan tubuh sehingga gesekan menyebabkan beban berat.
Tim membuat model komputer. Mereka menjalankan skenario di mana sudut tubuh ular berubah, dengan melihat antarmuka antara kulit dan dinding.
Ternyata ular itu menciptakan lingkaran. Atau lebih tepatnya, kurva berbentuk S. Setiap kurva bertindak seperti titik jangkar kecil.
Pelajaran robotik
Ini penting bagi ahli robot.
Buatlah ular logam yang keras, dan ular itu akan tergelincir. Buatlah mesin lunak yang dapat memodulasi tekanan, dan Anda akan mendapatkan mesin yang memanjat pohon, menimbang puing-puing, bergerak melalui bangunan yang runtuh.
Studi ini menunjukkan bahwa taktik lebih penting daripada kekuatan mentah. Sedikit pergeseran sudut, strategi kontraksi tertentu, memungkinkan ular mempertahankan posisinya secara vertikal tanpa meluncur ke bawah.
Apakah itu elegan? Mungkin. Apakah ini berguna? Tentu saja.
Pertanyaan terbuka
Rekaman yang mereka analisis menunjukkan ular melakukan hal ini sepanjang waktu di alam liar, tidak peduli dengan buku pelajaran fisika.
Mereka hanya memanjat.
Kami masih mencari tahu bagaimana sistem saraf mereka menghitung beban pada setiap segmen secara real-time. Ini adalah rekayasa yang berantakan, biologis, dan tidak sempurna.
Itu mungkin satu-satunya alasan mengapa ini berhasil.
Kami memiliki robot yang mencoba. Ular itu memiliki tulang punggung dan kemauan.
Sisanya masih belum diketahui, atau setidaknya, di dinding. 🐍
