Bulan Secara Singkat Menyembunyikan Bintang Paling Terang di Leo Minggu Ini

0

Pada malam tanggal 29 Maret, para pengamat langit akan menyaksikan peristiwa langit yang langka: bulan akan lewat di depan Regulus, bintang paling terang di konstelasi Leo. Fenomena yang disebut okultasi ini terjadi ketika suatu benda langit mengaburkan benda langit lainnya. Berbeda dengan gerhana bertahap, okultasi terjadi dengan cepat dan bersih, dengan bintang-bintang tampak menghilang dan muncul kembali hampir seketika.

Mengapa Ini Penting

Kegaiban lebih dari sekedar pemandangan indah. Mereka memberi para astronom pengukuran yang tepat mengenai fitur bulan dan posisi bintang. Karena bulan tidak memiliki atmosfer, hilangnya bintang terjadi secara tiba-tiba, sehingga memungkinkan penentuan waktu yang sangat akurat. Data ini membantu menyempurnakan pemahaman kita tentang bentuk dan orbit bulan, serta lokasi bintang di langit.

Cara Mengamati

Untuk melihat peristiwa ini, lihatlah ke arah langit barat setelah matahari terbenam pada tanggal 29 Maret. Regulus adalah bagian dari asterisme “sabit” Leo yang mudah dikenali – sekelompok bintang melengkung yang membentuk kepala singa. Bahkan dari perkotaan, Regulus bersinar terang dengan magnitudo 1,4 sehingga terlihat dengan mata telanjang.

  • Dari London, Regulus akan menghilang di balik bulan pada pukul 19.14 Waktu Musim Panas Inggris (BST).
  • Bintang akan muncul kembali dari sisi berlawanan bulan pada pukul 21:21 BST.

Waktunya akan sedikit berbeda tergantung pada lokasi Anda di Inggris, jadi disarankan untuk memeriksa sumber astronomi lokal untuk mengetahui waktu pastinya. Kuncinya adalah mengamati dengan cermat saat senja memudar; bintang akan berkedip begitu saja saat melintasi tepi bulan.

Pertunjukan yang Cepat dan Tajam

Okultasi menawarkan gambaran sekilas tentang ketepatan mekanika langit. Tidak seperti peristiwa kabur atau berkepanjangan, hilangnya dan kemunculan kembali Regulus secara tiba-tiba berfungsi sebagai pengingat akan garis bersih dan pergerakan yang dapat diprediksi yang mengatur kosmos.

Peristiwa ini merupakan demonstrasi sederhana namun menakjubkan tentang bagaimana kita dapat memanfaatkan langit malam untuk memperdalam pemahaman kita tentang alam semesta dan cara kerjanya yang rumit.

попередня статтяPemenang Nobel J. Michael Bishop, Pelopor Penelitian Kanker, Meninggal di Usia 90
наступна статтяBelalang Sembah Betina Menyerang Lebih Keras Dibanding Jantan: Penelitian Baru Mengungkap Disparitas Kekuatan