Sensor portabel baru yang disebut PlasmoSniff memiliki potensi untuk mendiagnosis pneumonia dan penyakit paru-paru lainnya hanya dengan menganalisis napas seseorang. Hal ini dapat secara signifikan mengurangi kebutuhan akan tes invasif seperti rontgen dada atau pemeriksaan laboratorium yang memakan waktu lama, sehingga memberikan diagnosis yang lebih cepat kepada pasien.
Cara Kerja Sensor
Teknologi ini mengandalkan biomarker yang dihembuskan yang menempel pada nanopartikel yang dihirup oleh pasien. Ketika ada penyakit, enzim protease spesifik memecah tanda-tanda ini, memicu sinyal yang dapat dideteksi. Kuncinya adalah biomarker ini terdapat dalam jumlah yang sangat kecil sehingga sulit dideteksi.
Untuk mengatasi hal ini, PlasmoSniff menggunakan plasmonics – studi tentang manipulasi cahaya – khususnya spektroskopi Raman. Teknik ini menganalisis bagaimana cahaya bergetar terhadap molekul untuk mengidentifikasinya. Sensor ini menggunakan nanopartikel emas untuk memperkuat getaran ini, bahkan membuat sejumlah kecil biomarker terlihat.
Mengapa penting: Metode diagnostik saat ini sering kali lambat dan mahal. Sensor ini menawarkan alternatif non-invasif dan cepat yang dapat diterapkan di klinik atau bahkan di rumah.
Pengujian Awal dan Pengembangan Masa Depan
Saat ini, PlasmoSniff hanya diuji pada tikus, dan penskalaan untuk penggunaan manusia akan lebih rumit. Tim ini sedang mengerjakan alat seperti masker untuk mengumpulkan sampel napas selama lima menit, dikombinasikan dengan inhaler nanopartikel untuk pengiriman awal.
“Ini adalah masalah yang sangat rumit,” jelas insinyur mesin Loza Tadesse, menyoroti tantangan dalam mengisolasi biomarker dalam campuran kompleks senyawa organik yang mudah menguap (VOC) yang ada dalam napas.
Beyond Pneumonia: Platform Deteksi Universal
Potensi penerapannya tidak hanya pada penyakit pernapasan. Para peneliti yakin PlasmoSniff dapat diadaptasi untuk mendeteksi bahan kimia industri, polutan di udara, atau molekul apa pun yang mampu membentuk ikatan hidrogen dengan air.
Prinsip inti: Jika suatu molekul meninggalkan sidik jari getaran yang dapat dideteksi, sensor dapat menemukannya. Hal ini menjadikan PlasmoSniff alat serbaguna untuk berbagai tugas pemantauan dan deteksi.
Teknologi PlasmoSniff masih dalam tahap prototipe, namun potensinya untuk merevolusi diagnostik sangatlah signifikan. Jika pengembangan dan pengujian lebih lanjut berhasil, hal ini dapat menjadi alat utama untuk memantau kesehatan dan keselamatan di tahun-tahun mendatang.
