Misi Artemis II NASA, yang diluncurkan pada 1 April, bukan hanya tentang astronot yang mengelilingi bulan. Di dalam pesawat ruang angkasa, bersama dengan alat pendukung kehidupan dan empat anggota awak, terdapat koleksi kenang-kenangan, eksperimen sains, dan objek simbolis yang menarik. Barang-barang tersebut mewakili perpaduan penghormatan sejarah, penelitian praktis, dan jimat keberuntungan.
Warisan Ambisi Bulan
Dimasukkannya bendera Amerika yang ditujukan untuk misi Apollo 18 yang dibatalkan menunjukkan upaya NASA dalam melakukan eksplorasi ruang angkasa. AS membatalkan rencana misi ke bulan beberapa dekade yang lalu, namun bendera ini melambangkan komitmen baru untuk menjangkau lebih jauh dari Bumi. Di sampingnya terdapat banyak bendera, patch misi, dan pin lainnya—hadiah untuk karyawan dan kontraktor yang mendukung proyek Artemis II.
Dari Serutan Roket hingga Pohon Bulan
“Perlengkapan penerbangan resmi” mencakup beberapa item yang mengejutkan. Serutan dari tahap inti Sistem Peluncuran Luar Angkasa —potongan aluminium dari pengelasan dan permesinan—ada di dalam pesawat. Meskipun tampak biasa saja, pecahan-pecahan ini mewakili kekuatan yang dibutuhkan untuk mendorong pesawat ruang angkasa ke orbit. Yang lebih tidak biasa lagi adalah sepuluh kantong tanah, berisi tanah dari pepohonan yang tumbuh dari benih yang terbang dengan Artemis I. Perjalanan satu lingkaran penuh dari luar angkasa ke Bumi dan kembali lagi menyoroti dampak jangka panjang dari program NASA.
Tradisi membawa benih ke luar angkasa sudah ada sejak Apollo 14, di mana wadah benih yang rusak menyebabkan terciptanya “pohon bulan” secara tidak sengaja. NASA tidak mengulangi kesalahannya kali ini tetapi mengizinkan Badan Antariksa Kanada untuk melanjutkan praktik tersebut, dengan mengakui bahwa salah satu astronot Artemis II adalah orang non-Amerika pertama yang melakukan penerbangan luar angkasa. Biji lainnya, termasuk zinnia dan cabai, juga dipotong.
Artefak Sejarah dan Ilmu Pengetahuan Mutakhir
Perlengkapan tersebut mencakup kain berukuran satu inci persegi dari Wright bersaudara’ Flyer, yang dipinjamkan dari Smithsonian. Hal ini memperingati lahirnya penerbangan itu sendiri, yang menghubungkan eksplorasi ruang angkasa manusia dengan akarnya yang paling awal. Foto negatif dari Ranger 7, misi AS pertama yang berhasil mendarat di bulan pada tahun 1964, menambah lapisan makna sejarah lainnya.
Selain barang-barang simbolis, Artemis II juga membawa sampel jaringan astronot yang dikembangkan di laboratorium dalam sebuah eksperimen unik. Para dokter mengambil darah dari masing-masing awak kapal sebelum peluncuran dan menumbuhkan sel-sel pada chip seukuran jempol. Mempelajari sel-sel ini setelah misi akan mengungkap bagaimana radiasi luar angkasa dan gayaberat mikro mempengaruhi biologi manusia, dan berpotensi membuka jalan bagi peralatan kesehatan yang dipersonalisasi untuk astronot masa depan.
Indikator Zero-G yang Mewah
Mungkin barang yang paling menawan adalah boneka maskot yang dirancang oleh Lucas Ye yang berusia delapan tahun. Indikator gravitasi nol ini, menyerupai gambar Bumi terbit yang diambil pada misi Apollo 8, mengapung ketika pesawat ruang angkasa mencapai gayaberat mikro, memberi sinyal kepada pengendali misi bahwa mereka telah tiba. Mainan tersebut juga berisi kartu SD dengan nama orang yang mendukung misi tersebut.
Toko suvenir Kennedy Space Center untuk sementara menghentikan penjualan barang dagangan yang berhubungan dengan Artemis karena banyaknya permintaan, yang menegaskan ketertarikan masyarakat terhadap misi ini.
Pada akhirnya, muatan aneh di atas Orion adalah bukti perpaduan ambisi, tradisi, dan keingintahuan manusia NASA. Barang-barang ini bukan sekadar suvenir; mereka adalah hubungan nyata antara pencapaian masa lalu dan eksplorasi masa depan.
