Sebuah studi baru menunjukkan bahwa kehidupan mikroskopis dapat bertahan hidup saat dikeluarkan dari satu planet dan melakukan perjalanan melalui ruang angkasa ke planet lain, sehingga meningkatkan kemungkinan bahwa Bumi mungkin telah disemai dengan kehidupan dari Mars. Meskipun teori lithopanspermia – penyebaran kehidupan melalui bebatuan yang dikeluarkan dari sebuah planet – telah lama diperdebatkan, penelitian yang dipublikasikan minggu ini di The Proceedings of the National Academy of Sciences NEXUS memberikan bukti kuat bahwa mikroba dapat bertahan dalam kondisi ekstrem perjalanan antarplanet.
Eksperimen: Mensimulasikan Dampak Kosmik
Peneliti yang dipimpin oleh K.T. Ramesh di Universitas Johns Hopkins menempatkan koloni bakteri pada kondisi yang menyerupai dampak asteroid. Ini termasuk gelombang kejut, panas, dan tekanan yang setara dengan ledakan di permukaan planet. Hasilnya menunjukkan bahwa bakteri tersebut tidak hanya bertahan hidup, namun juga tetap bertahan hidup, menunjukkan bahwa mereka berpotensi bertahan dalam perjalanan melalui luar angkasa.
Hal ini penting karena meteorit Mars telah ditemukan di Bumi, membenarkan bahwa batuan memang dapat melakukan perjalanan antar planet. Meteorit ini terbentuk akibat hantaman asteroid di Mars sejak lama, dan beberapa di antaranya mengandung bukti adanya air purba – yang merupakan unsur utama kehidupan.
Mengapa Ini Penting: Asal Usul Kehidupan
Penelitian ini tidak membuktikan bahwa kehidupan berasal dari Mars, namun memperkuat hipotesis bahwa kehidupan bisa menyebar antar planet. Salah satu teori terkemuka tentang bagaimana kehidupan pertama kali muncul di Bumi melibatkan mikroba yang tiba di meteorit. Penelitian baru ini menunjukkan bahwa hal ini tidak hanya masuk akal, namun berpotensi menjadi hal yang umum.
“Kami terus-menerus mendefinisikan ulang batas-batas kehidupan,” kata Madhan Tirumalai, ahli mikrobiologi di Universitas Houston yang tidak terlibat dalam penelitian ini. Karya ini adalah contoh lain betapa tangguhnya kehidupan.
Implikasinya terhadap Eksplorasi Luar Angkasa
Temuan ini juga mempunyai implikasi terhadap perlindungan planet. Saat manusia menjelajahi dunia lain, terutama yang memiliki potensi kehidupan mikroba, sangat penting untuk menghindari kontaminasi silang. Studi ini memperkuat perlunya protokol sterilisasi yang ketat untuk mencegah mikroba di bumi berpindah ke planet lain, atau sebaliknya.
Meskipun gagasan tentang nenek moyang Mars masih bersifat spekulatif, penelitian ini dengan jelas menunjukkan bahwa mikroba dapat bertahan dalam salah satu proses paling kejam di kosmos dan memanfaatkannya untuk perjalanan antarbintang. Karya ini mendobrak batas-batas pemahaman kita tentang potensi kehidupan dan distribusinya di seluruh alam semesta.
