Ilusi Bulan: Mengapa Tampak Lebih Besar di Cakrawala?

0

Selama ribuan tahun, para pengamat telah memperhatikan bahwa bulan purnama tampak jauh lebih besar ketika berada dekat dengan cakrawala dibandingkan ketika berada tinggi di langit. Fenomena ini, yang dikenal sebagai “ilusi bulan”, bukan disebabkan oleh efek atmosfer atau perubahan nyata pada ukuran bulan. Sebaliknya, ini adalah tipuan persepsi, yang berakar pada cara otak kita memproses informasi visual.

Kegigihan Ilusi

Teori awal menyalahkan pembiasan atmosfer atau kabut sebagai penyebab pembesaran bulan, namun fotografi modern membantah gagasan ini. Bulan sebenarnya tampak terjepit karena distorsi atmosfer, bukan membesar. Lalu kalau bukan atmosfer, apa penyebabnya? Penelitian saat ini menunjukkan bagaimana otak kita menafsirkan ukuran relatif terhadap jarak.

Bagaimana Otak Menafsirkan Ukuran

Persepsi kita tentang ukuran bukanlah pengukuran sederhana; ini adalah proses dua langkah. Pertama, retina mencatat ukuran objek. Kedua, otak memperkirakan jaraknya dan menyesuaikan ukuran yang dirasakan (Hukum Emmert). Saat bulan berada di dekat cakrawala, otak kita salah mengartikannya sebagai bulan yang lebih jauh karena adanya landmark di sekitarnya seperti pohon atau bangunan. Jarak yang dirasakan ini membuat otak berpikir bahwa ukurannya harus lebih besar agar ukurannya terlihat sama.

Peran Perspektif

Ilusi tersebut tetap ada bahkan pada latar belakang tanpa fitur seperti lautan karena cara kita secara tidak sadar memandang langit. Kebanyakan orang memvisualisasikan langit sebagai mangkuk pipih, bukan belahan bumi. Perspektif yang menyimpang ini memperkuat gagasan bahwa cakrawala bulan berada lebih jauh, sehingga memicu distorsi ukuran. Efeknya mirip dengan ilusi Ponzo, di mana garis sejajar tampak berbeda panjangnya karena sudut pandang yang menyatu.

Menguji Ilusi

Anda dapat merasakan sendiri efek ini dengan eksperimen sederhana. Tatap cahaya terang selama beberapa detik, lalu lihat ke dinding kosong. Gambar setelahnya akan tampak berubah ukuran saat Anda mengalihkan pandangan antara permukaan dekat dan jauh, yang menggambarkan bagaimana jarak memengaruhi ukuran yang dirasakan.

Ilusi bulan bukan tentang bulan itu sendiri tetapi tentang jalan pintas yang ada di dalam otak untuk menafsirkan isyarat visual.

Meskipun mengetahui cara kerja ilusi, ilusi ini tetap bertahan dan menunjukkan kekuatan bias persepsi yang sudah mendarah daging. Baik Anda sedang mempelajari ilmu otak atau sekadar menikmati langit malam, memahami ilusi bulan menambah lapisan keajaiban pada pemandangan surgawi yang sudah dikenal ini.

попередня статтяSpesies Dinosaurus Baru Dikonfirmasi: Nanotyrannus Bukan Remaja T. Rex
наступна статтяPegunungan Udzungwa di Tanzania: Titik Panas Keanekaragaman Hayati Terungkap