Heavy metal tidak hanya keras. Ini adalah arsitektur sonik khusus yang dibangun di atas “power chord” yang sangat diperkuat dan terdistorsi pada gitar listrik, ketukan yang keras, dan garis bass yang berdebar-debar. Liriknya sering kali cenderung gelap. Genre tersebut tidak muncul begitu saja. Itu berevolusi.
Akarnya terletak pada akhir tahun 1960an. Inggris dan Amerika adalah tempat kelahirannya. Suaranya berasal dari musik yang berorientasi pada blues. Artis seperti Steppenwolf dan Jimi Hendrix membuka jalan. Suara mereka yang berat dan mentah menyiapkan panggung untuk apa yang kemudian menjadi gerakan penentu genre.
Definisi heavy metal tahun 1970-an
Pada tahun 1970-an, genre ini mempunyai definisi yang jelas. Itu ditandai dengan musik band tertentu. Led Zeppelin mendefinisikan persilangan blues-rock. Black Sabbath menambah kegelapan. Kiss membawakan sandiwara. AC/DC membuat drive tetap sederhana dan keras. Aerosmith menambahkan kesombongan.
Band-band ini tidak hanya memainkan lagu. Mereka membuat templatnya. Templatnya menyertakan nada gitar yang terdistorsi. Itu termasuk bagian ritme mengemudi. Itu termasuk lirik yang sering mengeksplorasi tema-tema yang lebih gelap.
Kebangkitan tahun 1980-an dan wajah-wajah baru
Setelah periode kemunduran, genre ini membutuhkan dorongan. Band-band generasi baru bermunculan. Def Leppard menghadirkan produksi yang bagus. Iron Maiden memperkenalkan pekerjaan gitar yang rumit. Mötley Crüe menambahkan glamor metal. Van Halen membawa keahlian teknis ke arus utama.
Gelombang ini menghidupkan kembali musik heavy metal. Hal ini juga menghidupkan kembali karir para pionirnya. Ozzy Osbourne, pentolan Black Sabbath, menyaksikan kariernya bangkit kembali di era ini. Tahun 1980-an tidak sekadar melanjutkan genre tersebut. Itu mengubahnya.
Kisah heavy metal adalah salah satu evolusi. Ini dimulai dengan musik blues. Itu pindah ke hard rock. Itu kembali dengan sekuat tenaga di tahun 80an. Suaranya tetap berbeda. Power chordnya masih berbunyi.


















